Blog Archives

Pengetikan Ulang Buku Untuk Tunanetra – DVSOS 2015

Hey guys ! It’s been a while since I updated this blog 🙂 Untuk sekarang aku mau share 1 kegiatan yang dilaksanakan minggu lalu tepatnya 5 April 2015 yaitu Pengetikan Ulang Buku Untuk Tunanetra – DVSOS 2015 KMBD yang bertempat di Tzu Chi Center Pantai Indah Kapuk.  Well, in the beginning I don’t know what is this activity about. Malah waktu pertama kali dengar, kupikir para tunanetra yang akan ngetik buku (well it’s a bit silly and dumb). Tapi setelah dipikir-pikir, It’s impossible and after I read all about the activity, then aku ngeh juga. Disini sih aku sendiri ga mendaftar sebagai volunteer dari pihak KMBD but sebagai relawan Tzu Chi (tepatnya Tzu Ching , muda mudi Tzu Chi). So, KMBD kerja sama dengan Tzu Chi dan karena kami Tzu Ching yang bertempat di Binus so we participated in this event also to help preparing the place and logistics and provide necessary supports they need.

Well, the first time hearing this event, I just thought okay, let’s see what’s this about dan 2 -3 hari sebelum event itu terus-terusan ke PIK untuk persiapin tempat, logistic dan barang-barang yang dibutuhkan serta menemani pihak panitia KMBD yang juga mempersiapkan segala sesuatu di sana.

This is us meeting while preparing the souvenirs

This is us meeting while preparing the souvenirs

Read the rest of this entry

2014 Tzu Ching’s Volunteers Camp in Hualien

Hello Everybody! Can’t imagine 2014 has been over and now we are facing 2015. In the end of 2014, I had an opportunity to join Tzu Ching’s Volunteers Camp in Hualien. First, it is supposed to be Tzu Ching International Camp but because of Ebola outbreak, the Camp was cancelled and by request we was fortunately granted a really rare chance to be volunteers in Jing Si Abode and Tzu Chi Hospital in Hualien. Before I went there, I’m kind of low spirited, thinking like “omg, it’s just another boring week there, waking up so early and have to follow strict rules etc”, but since I got there for the first time till the end, it was impressive and different from what I thought. It was not boring at all, although we have to wake up early at 3.50, but it doesn’t feel as torturing as I wake up for study. Lol.

So here’s the summary of what I gained for the 2 weeks in Jing Si Abode

Read the rest of this entry

Sharing Xun Fa Xiang 15 Oktober 2014

Sharing Xun Fa Xiang 15 Oktober 2014

Bring Security to Sentient Beings; Awaken True Suchness

Dari rasa bersyukur, kita membalas budi kebaikan Buddha dengan secara hormat melakukan persembahan. Kita tidak boleh memandang rendah kaum awam karena mereka semua mempunyai hati dan sifat Buddha. Kita tidak boleh mengambil mereka dengan ringan. Kita harus bersyukur bahwa kita telah bertemu dengan Buddha Dharma di dunia ini. Kita juga harus bersyukur begitu banyak kaum awam di dunia yang memiliki berbagai jalan dan jenis kehidupan mereka jadi kita mempunyai kesempatan untuk mengerti semua sifat dan penampilan mereka. Jadi kita harus dengan rasa bersyukur terhadap mereka dengan secara rajin mempraktekkan ajaran2 yang ada, kita melakukan persembahan ke Buddha karena Beliau datang ke dunia untuk 1 tujuan utama, untuk membuka dan memberitahu Dharma. Kita sebagai kaum awam harus sepenuh hati dan dengan penuh rasa hormat menerima ajaran Buddha. Persembahan terbaik adalah kita bisa memberi persembahan dalam bentuk barang, rasa hormat dan tenaga sekaligus. Tapi Buddha tidak memerlukan persembahan dalam materi sama sekali. Melakukan persembahan dalam bentuk rasa hormat sebenarnya secara sederhana menyatakan bahwa kita menganggap Buddha sebagai guru kita. Beliau datang ke dunia untuk membantu dan mengajari kita. Karena kita mengakui dan menerima ajaranNya, kita harus memperlihatkan rasa hormat kita kepadaNya. Persembahan yang paling berharga yang bisa kita berikan adalah dengan mempraktekkan Dharma ke kehidupan kita sehari-hari. Ini adalah persembahan dalam bentuk tindakan nyata. Dengan melakukan Dharma ke tubuh kita sendiri, kita bisa menyebarkan Dharma ke lainnya. Kita mempraktekkan Dharma karena kita menjunjung tinggi kita sendiri karena dengan mempraktekkan Dharma. kita menyadari sifat Intrinsik Buddha yang ada di dalam diri kita karena kita mau mengaplikasi Dharma Buddha ke kehidupan kita sheari-hari. Buddha bukan mau kita untuk memberi persembahan ,rasa hormat dll dsb, tapi Buddha mau kita mempraktekkan Dharma ke kehidupan kita sehari-hari.

Kita harus menghormati semua orang karena semua orang memiliki sifat Buddha di dalam diri mereka sehari-hari. Kita juga tidak boleh memandang rendah setiap orang. Melalui pelatihan dalam memberi, kita mempraktekkan Dharma. Ketika kita melatih memberi, berkah itu datang kembali ke kita. Kita kembali ke sifat intrinstik kita dan membangunkan sifat Kebenaran Sejati kita. Eksternal kita memberikan rasa aman ke semua makhluk, ke dalam kita membangunkan sifat sejati kita sendiri. Dalam membantu orang lain, kita juga membangunkan sifat mereka sendiri sehingga mereka bisa memperlihatkan cinta kasih mereka ke yang lainnya. Ketika kita menggunakan Kebahagiaan Dharma untuk membuat dia suka cita, kita juga membantu mereka untuk sadar dari mana ini berasal, ajaran Buddha. Kita berlaku “Demi Ajaran Buddha, Demi Semua Makhluk”.

Sharing Xun Fa Xiang 14 Oktober 2014

Sharing Xun Fa Xiang 14 Oktober 2014

All Phenomena Peacefully Abide in True Suchness

Dharma itu sebenarnya bukanlah ajaran yang terlalu dalam, Dharma itu ada di kehidupan kita sehari-hari. Meskipun ajaran itu ada di kehidupan kita sehari-hari, ketika kita berusaha menjelaskannya, itu sangat mendalam. Kita harus secara dalam dan menyeluruh mendalami Dharma yang ada di kehidupan kita sehari-hari. Jadi jika kita mau mengerti Dharma, kita harus menyeluruh mencari tahu bagaimana kita dilahirkan dan kenapa kita bertambah tua. Baik bagi kita untuk tetap sehat, kenapa ada yang namanya penyakit / sakit? Ketika sakit, kita paling takut akan kematian. Penyakit membawa penderitaan dan bertambah tua membuat kita tidak senang, jadi apa poin kita dilahirkan? Kita melalui hal-hal yang sama setiap hari, dari lahir hingga tua. Kita secara konstan mencemasi masa depan. Ini adalah ajaran yang sangat mendalam. Ini yang kita sebut “Dharma”. Kita harus sepenuh hati untuk mengerti Dharma.

Apakah Dharma selamanya kekal atau tidak kekal? Apakah Dharma selalu berubah atau abadi? Setelah kita mencoba mengerti dengan sepenuh hati, kita menggunakan Dharma ini untuk kembali ke Jalan Tengah, ke One Vehicle Dharma. Setelah itu kita akan mengerti. Tetapi kembali ke Jalan Tengah lebih mudah diucap daripada dijalankan. Kembali ke One Vehicle dan langsung menggunakan jalur ini untuk mencapai Kebuddhaan sangat tidak mudah karena kita berada di kondisi makhluk biasa. Pengertian dan pandangan makhluk biasa tidak terlalu jelas dan terang. Hal-hal tidak terlalu jelas atau terang bagi kita, kita seperti melihat dengan pandangan yang blur Kita seperti melihat outline dari sesuatu tetapi kita tidak bisa melihat dengan jelas. Dharma adalah sepenuhnya kekal, tidak bertambah / surut. Contohnya dunia ini, dunia ini sebagai suatu kesatuan tidak pernah berubah. Bumi tetap lah bumi, tetap sebagai suatu kesatuan planet yang tidak berubah dari dulu. Tetapi didalamnya, sedikit demi sedikit berubah. Inilah hukum alam yang selalu ada di dunia ini.

Read the rest of this entry