Berpetualang ke Sawarna // Adventure in Sawarna (Day 2)

Setelah melewati hari pertama yang melelahkan, kami siap memulai perjalanan hari kedua di jam 4.30. Pemandu kami mengatakan jika kami mau mengejar sunrise, kami harus memotong jalan melewati persawahan warga, kalau tidak, tidak akan sempat. Yauda, why not? Kondisi saat itu masih gelap gulita dan kita harus melewati persawahan dengan jalan setapak cuma beberapa senti dan harus berhati-hati agar tidak terperosok. Setelah melewati persawahan, kami juga harus mendaki bukit lalu barulah sampai di Lagoon Pari. Lagoon Pari itu menurut saya pantai terindah di Sawarna. Di Lagoon Pari, listrik belum sampai ke daerah situ sehingga warga yang buka kios disana masi menggunakan generator dan belum ada penginapan di daerah sana. Kami menuju Karang Beureum untuk menunggu sunrise. Sunrise nya memang muncul sih cuma dikit doank dan masih tertutup awan. Sedih… Setelah itu, kami langsung cus ke Karang Teraje.

After passing the exhausting first day, we were ready to start our second day journey at 4.30 am. Our guide told us if we wanted to make in time to catch the sunrise, we will have to take the short cut through the rice field. Why not? At that time, everything was still pitch black and we only had one flash light from the guide. The path through the rice field is only few centimetres and we had to be careful to not trip over. After passing through the rice field, we still had to go uphill and downhill before reaching Lagoon Pari. Lagoon Pari for me is the most beautiful beach in Sawarna. In Lagoon Pari, electricity isn’t available so the locals need to use generator. Due to that, there’s still no inns nearby. We walked towards Karang Beureum to wait for the sunrise. The sunrise can be seen for a little while but disappeared quickly due to haze and clouds . 😦 . We were there in the rainy season 😦 . After that, we made our way through Karang Teraje.

sunrise at karang beureum.jpg

Moment menunggu sunrise || While waiting for sunrise

karang beruem 2.jpg

Karang Beureum

sunrise at karang beureum 1.jpg

Sunrise at Karang Beureum di saat mendung 😦

quick selfie.jpg

Quick Selfie

quick selfie 2.jpg

Quick Selfie

beautiful coral.jpg

Coral in Karang Beureum

Karang Teraje sesuai namanya tersusun atas karang-karang gede. Dinamakan karang teraje yang berarti tangga karang (teraje = tangga) karena dulu karang yang ada menyerupai tangga yang bisa dinaiki sampai atas. Karena abrasi jadinya tangga itu rusak dan sekarang adanya tangga buatan untuk naik ke Karang Teraje. Karang Teraje itu menurut saya salah satu spot fotografi paling cantik di Sawarna. Dari atas Karang Teraje kita dapat melihat view dari Karang Teraje dan Lagoon Pari. Puas narsis-an di Karang Teraje, kami lalu bermain sepuas mungkin di Lagoon Pari yang merupakan spot renang yang aman di Sawarna karena ombaknya yang tidak tinggi dan pasir yang sangat halus dan lembut. Ombaknya tidak seganas Pantai Ciantir yang meruapakan pantai selatan. Lagoon Pari berupa teluk sehingga ombaknya ga seagresif pantai selatan lainnya.

Karang Teraje as its’ name means the stair made of corals (Karang = corals, Teraje = stairs in Sundanese). There used to be stairs made from corals going up to Karang Teraje but because of abrasion, the stairs are now gone and now using man made stairs to go up to Karang Teraje. Karang Teraje is one of the most photogenic spot in Sawarna. You can get a beautiful view from Karang Teraje to Lagoon Pari. After a while satisfying our narcissism,  we indulged ourself in Lagoon Pari. Lagoon Pari is the safest place to swim in Sawarna because Lagoon Pari is a bay thus the waves are not as high as in another beach facing Indian Ocean. The beach is smooth and clean.

karang teraje 2.jpg

Karang Teraje

karang teraje.jpg

Salah satu View di Karang Teraje

karangteraje.jpg

Panorama taken in Karang Teraje

sea shells.jpg

Sea shells !

view lagoon pari.jpg

Lagoon Pari as the background

lagoon pari 2.jpg

Lagoon Pari

lagoon pari 3.jpg

Lagoon Pari

lagoon pari 4.jpg

Lagoon Pari

dikubur.jpg

Hehehehe

Setelah puas di Lagoon Pari, kami menuju Goa Lalay yang harus melewati hutan yang tidak ada jalan setapaknya. Jalan menuju Goa Lalay yang dari Lagoon Pari memang gitu kecuali mau muter lewat jalan raya lalu masuk ntah dari mana which is far beyong our reach going on foot. Jalan yang kami lalui benar-benar menyiksa, sudah tidak ada jalan setapak, dipenuhi lumpur, tanah liat dan mungkin kotoran sapi/kambing. Sandal tidak bisa digunakan karena tanah / lumpurnya akan nyangkut di sandal dan terasa berat banged diperparah dengan hujan kemarin yang membuat tanah / lumpurnya semakin menjadi jadi. Sandal gw juga akhirnya menjadi korban and saya terpaksa menghabiskan sisa perjalanan ke goa lalay dan penginapan cekeran. Haha ! Sampai di Goa Lalay, kabar buruknya kami ga bisa masuk ke dalam karena air pasang dan kali di dalam Goa Lalay banjir dan tidak diperbolehkan masuk. Sial banged ! Tapi safety first, kami lalu merelakan dan akhirnya kembali ke penginapan. Jalan menuju penginapan dari Goa Lalay sangat panjang dan oleh pemandu kami ditawari dua rute. Pertama, rute potong via persawahan warga. Kedua, rute lewat jalan raya tapi bisa 2 atau 3 x lebih jauh dari rute kedua. Kami serempak menjawab rute pertama. Ya seperti perjalanan ke Goa Lalay, perjalanan kali ini tidak kalah menyiksa, uda harus cekeran, lewat persawahan, penuh lumpur dan tanah liat, harus nyebrang kali yang arusnya lumayan. Lumpur / tanah liat dekat kali itu lebih menyiksa lagi, saking encernya kayak beneren menginjak kotoran hewan fresh from the oven. OMG LOL ! HAHAHA

After satisfied in Lagoon Pari, we departed to Goa Lalay ( Cave Lalay). To reach Goa Lalay from Lagoon Pari, we had to go through jungles without any proper pathway except you want to go around the streets that is impossible to us as we went on foot. The pathway we walked through was truly crucifying. There’s no proper pathway, full of muds and loam, and maybe full of animals’ shit. Lol. Sandals are N/A because the muds will get better your sandals and made you impossible to walk. My sandals has been a victim and I had to go barefoot till the end of the journey to the inn. Haha ! After walking for hours, we arrived at Goa Lalay and the bad news is we couldn’t enter Goa Lalay due to floods caused by yesterday’s rain. Goa Lalay is a cave full of carvings and bats. Really unfortunate but safety always comes first and we headed back to our inn. Going to our lodging, the guide gave us 2 alternatives. First was we would go to the main street and the second was we took another short cut through the rice fields and rivers which would cut 2 / 3 of total journey. We went through the rice field and for me it was extremely crucifying yet fun because I had to go barefoot in the mud, rocks, loams, and rivers. The muds alongside the rivers were extreme. It was as you walk into a freshly baked human shits. HAHAHAHA. We didn’t have enough energy to take another picture of it. HAHAHAHAHA

otw goa lalay.jpg

On the way to Goa Lalay from Lagoon Pari

otw goa lalay 2.jpg

Which way ???

hutan belantara.jpg

In the middle of nowhere !

goa lalay entrance.jpg

Goa Lalay Entrance

rcti.jpg

Rice field when going back to our lodging

rice field.jpg

Such a narrow pathway

exhausted.jpg

Super exhausted

with our tour guide.jpg

With our superb local guide. Mr Amat

penuh lumpur.jpg

Full of mud ! yucks !

otw penginapan.jpg

Crossing the suspension bridge

Sampai di penginapan, langunglah kami pesan es kelapa muda dan es teh manis. Sudah cukup siksaan dari perjalanan tadi. Bener-bener anak kota masuk desa. Haha ! Tapi siksaan itu really worth it. Mungkin tidak semua orang bisa mengalami hal yang kami rasakan. Banyak yang menggunakan kendaraan roda dua sendiri atau nyewa ojek atau pemandu yang mereka sewa tidak menawarkan jalur pintas ekstrim seperti pemandu gokil kami yang satu ini. Dari Sawarna kami pun berangkat ke Jakarta menggunakan rute sebelumnya. Kami berangkat dari Sawarna jam 1 dan sampai di Jakarta jam 10.30 malam. Perjalanan ke Sawarna ini sangat penuh dengan cerita dan mungkin apa yang saya ceritakan di blog ini hanya setengah dari seluruh cerita yang terjadi selama perjalanan. Next, kami akan planning ke Sawarna untuk durasi tiga hari sehingga lebih santai dan rileks. Sekian travel story kali ini di Sawarna dan thanks for reading !

Arrived in the lodging, we instantaneously ordered young coconut and ice tea. We were really done for. Lol. But those were really worth it. Not all people can experience what we experienced that day so yeah we really proud that we made it ! From Sawarna we headed back to Jakarta using the previous route. We departed from Sawarna at 1 pm and arrived in Jakarta at 10.30 pm. The journey to Sawarna is full of story and laugh. What I’m writing right now only expressed 50% of our whole story to Sawarna. Next, we are planning to Sawarna for 3 days so we can be more relaxed and comfortable. That’s all for this time travel story and thank you for reading !

Total biaya kami ke Sawarna adalah sbb:

  • Angkot Kemanggisan – Stasiun Palmerah : 4000
  • KRL dari Stasiun Palmerah – Stasiun Bogor : 5000
  • Angkot Stasiun Bogor – Terminal Baranang Siang : 5000
  • Bus AC MGI Bogor – P.Ratu : 50.000
  • ELP P.Ratu – Sawarna (biaya lebih karena bukan trayek sebenarnya) : 58.000
  • Penginapan : 250rb / 3 orang = 83.000 / orang
  • Dinner : 100k / 3 = 30rb
  • Lunch : 35k /3 = 12rb / orang (cuma nasi + ikan bakar)
  • Tour Guide : 100k / 3 = 33rb / orang
  • Ojek Sawarna – Simpang Ciawi : 40rb
  • ELP Simpang Ciawi – P.Ratu : 20rb
  • Bus AC MGI P.Ratu – Bogor : 50rb
  • Angkot Bogor – Stasiun Bogor : 4rb
  • KRL Bogor – Tanah Abang : 5rb
  • Grab Car Tanah Abang – Binus : 22rb / 3 = 7rb / orang
  • Total : 406k / orang.
  • Tentunya ini bisa dihemat lebih jauh lagi sesuai preferensi masing2
lagoon pari.jpg

Hello from Lagoon Pari !!

Advertisements

Posted on December 1, 2015, in Travel and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Beautiful photos, thanks for liking my post

    Like

  2. What a marvelous post! It feels as though I was there for the adventure!

    Like

  1. Pingback: Berpetualang ke Sawarna // Adventure in Sawarna (Day 1) | Andryan VT

  2. Pingback: [Next Trip] Pantai Sawarna / Sawarna Beach | Andryan VT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: