Sharing Xun Fa Xiang 14 Oktober 2014

Sharing Xun Fa Xiang 14 Oktober 2014

All Phenomena Peacefully Abide in True Suchness

Dharma itu sebenarnya bukanlah ajaran yang terlalu dalam, Dharma itu ada di kehidupan kita sehari-hari. Meskipun ajaran itu ada di kehidupan kita sehari-hari, ketika kita berusaha menjelaskannya, itu sangat mendalam. Kita harus secara dalam dan menyeluruh mendalami Dharma yang ada di kehidupan kita sehari-hari. Jadi jika kita mau mengerti Dharma, kita harus menyeluruh mencari tahu bagaimana kita dilahirkan dan kenapa kita bertambah tua. Baik bagi kita untuk tetap sehat, kenapa ada yang namanya penyakit / sakit? Ketika sakit, kita paling takut akan kematian. Penyakit membawa penderitaan dan bertambah tua membuat kita tidak senang, jadi apa poin kita dilahirkan? Kita melalui hal-hal yang sama setiap hari, dari lahir hingga tua. Kita secara konstan mencemasi masa depan. Ini adalah ajaran yang sangat mendalam. Ini yang kita sebut “Dharma”. Kita harus sepenuh hati untuk mengerti Dharma.

Apakah Dharma selamanya kekal atau tidak kekal? Apakah Dharma selalu berubah atau abadi? Setelah kita mencoba mengerti dengan sepenuh hati, kita menggunakan Dharma ini untuk kembali ke Jalan Tengah, ke One Vehicle Dharma. Setelah itu kita akan mengerti. Tetapi kembali ke Jalan Tengah lebih mudah diucap daripada dijalankan. Kembali ke One Vehicle dan langsung menggunakan jalur ini untuk mencapai Kebuddhaan sangat tidak mudah karena kita berada di kondisi makhluk biasa. Pengertian dan pandangan makhluk biasa tidak terlalu jelas dan terang. Hal-hal tidak terlalu jelas atau terang bagi kita, kita seperti melihat dengan pandangan yang blur Kita seperti melihat outline dari sesuatu tetapi kita tidak bisa melihat dengan jelas. Dharma adalah sepenuhnya kekal, tidak bertambah / surut. Contohnya dunia ini, dunia ini sebagai suatu kesatuan tidak pernah berubah. Bumi tetap lah bumi, tetap sebagai suatu kesatuan planet yang tidak berubah dari dulu. Tetapi didalamnya, sedikit demi sedikit berubah. Inilah hukum alam yang selalu ada di dunia ini.

Kita sebagai manusia masih melekat, melekat pada nama dan penampilan, dengan barang nyata dengan label. Ketika tiba saatnya pemerintah menggelar pemilu, rakyat didalamnya menjadi tidak stabil karena semua orang mengejar pangkat dan status. Ini yang terjadi di negara. Ini juga sebenarnya terjadi di semua organisasi. Orang mau mengetahui secara pasti posisi dan jabatannya. Ini adalah hal yang membuat kita melekat di dunia ini. Dengan kemelekatan ini, kadang seseorang yang baik dan puas dengan kerjaannya akan dikenal sebagai orang yang bertalenta dan dapat ditawari gaji yang tinggi dan posisi yang lebih baik di tempat lain dan bisa dipancing dengan mudah ke tempat lain. Mereka bisa meninggalkan tempat kerja mereka sekarang untuk pergi ke tempat lain. Ini adalah kemelekatan manusia. Ini adalah kenapa begitu banyak ketidakstablian di dunia ini. Ini karena kita tidak mengerti ajaran. Apa tujuan kita di dunia ini? Kenapa kita ada disini? Untuk penghargaan? Untuk kekayaan? Karena tidak jelas, kita adalah makhluk yang tidak tercerahkan.

Ketika kita meninggal, kita tidak bisa membawa apa-apa selain karma. Ada hal yang tidak bisa kita bawa ketika meninggal, tapi ada yang bisa. Kita tidak bisa membawa versi kita yang muda atau tua. Setelah kita meninggal, wujud itu akan ditinggal di dunia ini. Wujud itu mungkin akan dikubur atau dikremasi menjadi abu. Jadi kita tidak akan membawa apa-apa. Tetapi ada sesuatu yang kekal yang akan kita bawa yaitu karma. Kita membawa semua karma baik dan buruk yang telah kita ciptakan dan bawa kembali untuk menghadapinya di masa kehidupan yang akan datang. Kita akan terus menerus dalam lingkaran ini karena karma yang tercipta dari kemelekatan kita karena label dan penampilan. Oleh karena itu, jika sesuatu salah untuk dilakukan, jangan dilakukan. Jika kita melakukan hal yang salah, kita berbuat kejahatan dimana itu merugikan kita dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Ketika kita melakukan hal yang buruk, kita akan membawa karma ini ke kehidupan selanjutnya dan kita akhirnya akan merasakan penderitaan yang tiada tara.

Advertisements

Posted on October 14, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: