Sharing Xun Fa Xiang 6 October 2014

Sharing Xun Fa Xiang 6 October 2014

Walk the Bodhi Path with the Four Infinite Minds

Jika selalu mempunyai ketulusan, integritas, keyakinan dan ketenangan, kita bisa melatih diri dengan sepenuh hati penuh hormat dan ikhlas. Untuk melatih diri kita perlu melakukan 4 Ikrar Besar.
4 Ikrar Besar :
“Saya Berikrar untuk mengantarkan kaum awam yang tak terhitung jumlahnya”
“Saya berikrar untuk menghilangkan dan menyingkirkan noda batin yang tak berujung”
“Saya berikrar untuk mempelajari pintu Dharma yang tanpa batas”
“Saya berikrar untuk mencapai Kebuddhaan yang tak tertandingi”

“Saya Berikrar untuk mengantarkan kaum awam yang tak terhitung jumlahnya”
-> Kita harus berikrar untuk mentransformasi kaum awam.

Dengan mindset yang benar dan pikiran yang benar, “kita berikrar untuk menghilangkan dan menyingkirkan noda batin yang tak berujung” . Kita harus berikrar untuk menghilangkan noda batin. Mindset kita haruslah benar dan tidak melenceng.

Keyakinan kita harus teguh agar kita bisa ” berikrar untuk mempelajari pintu Dharma yang tanpa batas”
Yang terpenting adalah kita harus terus rendah hati , Kebuddhaan adalah sesuatu yang tidak tertandi sehingga kita harus “berikrar untuk mencapai Kebuddhaan yang tak tertandingi”

Jika kita tidak mentransformasi kaum awam, tidak melenyapkan noda batin, tidak mencari pintu Dharma, tidak berikrar untuk mencapai Kebuddhaan maka tidak perlu lagi bagi kita untuk belajar Jalan Buddha. Untuk itu, membuat 4 Ikrar Besar adalah essensial bagi para praktisi spiritual. Maka kita harus mempunyai hati yang perlu hormat untuk mempelajari Jalan Buddha dan mendengarkan Dharma. Sebagai praktisi, kita harus selalu mendengarkan ajaran.

Di Sutra, Buddha selalu menggunakan berbagai cara untuk mengajarkan manusia. Beliau selalu berkata kepada kita untuk selalu sepenuh hati mendengarkan Dharma, menerimanya dan merenungkannya.

Kita harus mengerti kita harus mendengarkan Dharma dengan penuh rasa hormat. Kita tidak boleh berkata ” Saya lagi mendengarnya, kurang lebih lah”. Kita harus mendengar dengan penuh rasa hormat. Ketika kita mendengar Dharma dengan tulus, selain merubah diri sendiri, kita juga bisa merubah orang lain. Setelah kita mendengar dan menerima Dharma dalam hati, kita bisa membaginya kepada yang lain. Dengan melakukan itu, kita bisa menanam tunas Bodhi di hati orang lain. Untuk itu kita harus selalu dengan penuh rasa hormat selalu ada dalam Pikiran Benar, membangun keyakinan dan maju dengan langkah kita yang solid dalam jalur. Itu adalah tujuan kita dalam pelatihan diri kita.

Buddha di seluruh masa baik masa lalu, Buddha Sakyamuni di masa sekarang atau Buddha2 di masa depan, semuanya menggunakan berbagai metode dalam pengajaran. Mereka tidak hanya ingin mentransformasi manusia, tetapi semua makhluk. Burung sekalipun yang mendengar Dharma dengan penuh rasa hormat bisa terlahir di surga, apalagi manusia yang mendengar Dharma. Sepanjang waktu dengan giat melangkah kedepan tanpa melenceng. Mereka akan pasti mencapai Kebuddhaan.

Seluruh Buddha melakukan 2 jenis ikrar. Ikrar Umum dan Khusus. Ikrar Umum adalah 4 Ikrar Besar. Seluruh Buddha melakukan 4 Ikrar Besar. 4 Ikrar Besar adalah ikrar yang paling dasar dan utama bagi seluruh Buddha. Buddha Sakyamuni, Buddha Amithaba, dll dsb semuanya melakukan 4 Ikrar Besar. Seluruh Buddha juga melakukan Ikrar Khusus. Contohnya Buddha Amithaba membuat melakukan 48 ikrar. Buddha Pengobatan membuat melakukan 12 Ikrar besar. Buddha Sakyamuni mempunyai 4 Batin Tanpa Batas. Jadi selain 4 Ikrar Utama, Buddha Sakyamuni juga memupuk 4 Batin Tanpa Batas. Welas Asih, Cinta Kasih, Suka Cita dan Ketenangan Batin. Ikrar Umum adalah untuk pelatihan kedalam, Ikrar Khusus adalah pelatihan keluar.

Mengapa Buddha Amitabha mempunyai 48 ikrar, Buddha Pengobatan mempunyai 12 ikrar, kenapa Buddha Sakyamuni hanya mempunyai 4 ikrar?

Dari welas asih, Buddha Sakyamuni mencintai semua makhluk. Dari cinta kasih, Beliau memandang semua makhluk sebagai anakNya sendiri dan sebagai diri Dia sendiri. Dia merasakan penderitaan kaum awam yang tiada batas sebagai penderitaan Dia sendiri. sebagai rasa sakit dalam diriNya sendiri, jadi Beliau memunculkan 4 Batin Tanpa Batas. Beliau mempunyai welas asih tanpa penyesalan, cinta kasih tanpa kebencian.

———————————————————–

Lalu terakhir2 shigong blg ada orang yang stlh mendengar Dharma ditanyai oleh orang lain “kamu kan udah mendengar, coba dong jelasin lagi ke aku”. Lalu jika dia menjawab ” saya mendengar, tp syaa tdk tahu mau mulai drmn, tidak tahu bagaimana menceritakannya” lalu ditanya lagi ” apa kamu bener2 mengerti Dharma tadi itu?” “Saya mengerti kok, cuma saya tdk tahu cara menjelaskannya” . Kata shigong itu brarti kita belum menerima Dharma itu di hati kita. Cuma mendengar doank tetapi tidak mengerti. Lalu shigong ngetest yang lagi dengar disitu apa yang Shigong katakan di awal ceramah hari ini dan semuanya bisa menjawab. Shigong blg untung masih ingat. Haha. Lalu shigong tanya, stlh mendengar, apakah kita akan hanya diam? Apa yg sharusnya kita lakukan? Kita harus terus menerus mengulang mengucapkannya dan membagikannya. Saling membagi dan bertanya “kamu mengerti tidak yg tadi?”. “Mengerti, saya akan mengulangnya dan menjelaskannya kepadamu” “kalo kamu sendri mengerti?” “Mengerti kok, nih syaa jelasin lagi kepadamu”.

Advertisements

Posted on October 7, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: