Sharing Xun Fa Xiang 30 September 2014 Episode 403

Sharing Xun Fa Xiang 30 September 2014 Episode 403

Inspiring Diligent Action

Jika batin kita telah kembali ke sifat intrinsik Tathagata kita, baik masa lalu, sekarang dan masa depan, batin kita akan selalu sama. Alam semesta sangatlah luas, tetapi seluas apapun alam semesta itu, waktu selalu berlalu dengan cara yang sama, sama seperti bintang berputar di sekeliling matahari, hukum alam akan selalu berlaku. Jadi masa lalu, sekarang dan masa depan bukanlah waktu yang berbeda. Kita ada jalinan jodoh dalam waktu dan tempat ini untuk diresapi oleh kebijaksanaan yang penuh cinta kasih dan dipelihara sedemikian rupa, jadi kita harus mengambilnya dalam hati dan mempraktekkannya. Kita juga punya jalinan jodoh untuk bisa bersama seperti ini. Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh mendengar Dharma, rajin menerimanya dan mempraktekkannya. Mengambil Dharma ke dalam hati kita seperti menanam tunas dalam ladang di batin kita. Kita perlu berusaha untuk menjadi petani yang rajin memupuk dan memelihara ladang batin. Untuk menuai hasil panen yang melimpah, petani harus bekerja secara rajin. Setelah Buddha Dharma ada di dalam hati kita, kita harus mempraktekkan Buddha Dharma dalam kehidupan kita, kita harus larut dalam Dharma. Kita harus mempercepat langkah kita, rajin memperjauh langkah kita dan melatih diri. Ini adalah cara kita secara kosntan menyemangati satu sama lain.

Di dunia ini banyak negara saling berperang satu sama lain. Di negara sendiri, pemerintah dan rakyat saling bertengkar. Banyak orang yang mengungsi dan banyak keluarga yang terpisah. Tragedi seperti ini tidak hanya terjadi di masa lalu, tetapi juga di masa sekarang. Orang yang penuh rasa hormat akan mempunyai kebijaksanaan. Apapun kondisinya, mereka memperlihatkan cinta kasih dan kebijaksanaan. Meksipun mereka memberi tanpa pamrih, mereka tetap mendapatkan sesuatu. Ini adalah bagaimana Buddha Dharma bekerja.

Manusia, siapapun itu, bisa menjadi lalai dalam pelatihan diri mereka. Batin dan pikiran yang terpecah tidak hanya eksklusif untuk orang awam saja, praktisi spiritual juga mempunyai itu. Tetapi jalinan jodoh yang ada membuat mereka bisa melatih diri kembali dengan rajin dan bisa menginspirasi orang lain.

Jika orang bisa mendengar Buddha Dharma yang diajarkan Buddha- Buddha masa lampau ketika Mereka ada di dunia atau ketika Mereka telah parinirvana, setiap orang bisa mengikuti dan melatih ajaran2 yang diberikan di masaa lampau. Jadi Buddha Dharma masih bisa disampaikan. Aajaran adalah abadi. Ini adalah apa yang dikatakan Buddha Sakyamuni. Ketika jalinan jodoh bertemu, Dharma dan ajaran akan muncul kembali. Dengan Buddha2 yang ada di masa lampau, baik masih hidup ataupun telah memasuki parinirvana, jika kita masih bisa mendengar Dharma mereka, kita bisa mencapai jalan menuju Kebuddhaan. Ini berarti di masa lampau kita telah membangun stupa, vihara, patung dll agar Buddha Dharma bisa disampaikan. Di masa lalu, kita juga telah memberikan persembahan untuk Tiga Harta dan menciptakan karma dan jalinan jodoh yang baik dengan penuh rasa hormat. Jalinan jodoh ini masih tetap ada bahkan setelah Buddha telah memasuki parinirvana, jalinan jodoh yang baik masih ada di batin kita dan masih bisa memupuk akar kebaikan kita. Dengan akar ini menerima pemerliharan yang tiada henti, kita bisa bertumbuh dalam berkah dan kebijaksanaan. Jadi jika kita mengambil Dharma dekat hati kita, akar kebaikan kita akan sangat dipererat dan kita akan selalu dipengaruhi. Dengan jalinan jodoh ini, ajaran, Samadhi dan kebijaksnaan akan menjadi sesuatu yang tetap sebagai bagian dari batin kita. Bahkan ketika Buddha2 masa lampau telah memasuki parinirvana, jalinan jodoh Mereka yang baik dan kebajikan yang tak tertandingi akan selalu ada.

Dari saat kita pertama mendengar Dharma dan memperbolehkannya untuk meresapi batin kita, kita telah membentuk tekad, belum pernah mengalami kemunduran dan selalu tahap demi tahap melaju ke depan, maka kekuatan cinta dan keyakinan ini akan selalu ada dan tidak akan pernah absen memelihara hati kita dari dalam. Maka kita pasti akan mencapai jalan menuju Kebuddhaan.

Advertisements

Posted on October 1, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: