Monthly Archives: September 2014

Sharing Xun Fa Xiang 23 September 2014 Eps 398

Sharing Xun Fa Xiang 23 September 2014 Eps 398

Use Wondrous Sounds to Make Offerings

Selama batin kita menginisiasi tindakan, semua jenis barang dan benda bisa diciptakan. Dengan 2 tangan kita, kita bisa melakukan hal baik, hal yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Tindakan manusia juga ada yang bisa melukai orang lain. Seperti para pembbuat narkoba, karma mereka sangat berat dan tidak akan bisa dibayar dalam 1 siklus kehidupan saja. Oleh karena itu, kita harus melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan kita harus melakukannya dengan hati yang murni dan batin yang tanpa noda yang datang dari rasa hormat kita. Semua hal yang kita perbuat harus dilakukan dengan hati yang penuh bersyukur dan penuh hormat. Ketika kita menciptakan barang, kita harus menciptakannya dengan hati yang bahagia dan penuh bersyukur.

Salah satu persembahan yang ada adalah dengan melalui suara. Ketika kita melantunkan Sutra, manusia bisa menghubungkan melodi yang ada dengan kalimat – kalimat dalam sutra tersebut. Dengan melantunkan Sutra atau mendengarkan Sutra, batin manusia bisa menjadi lebih damai, bahagia dan batin bisa terbuka. Ini juga salah satu cara untuk mengubah orang lain.
Membersihkan dan merapikan lingkungan vihara / temple juga merupakan salah satu bentuk penghormatan.

Read the rest of this entry

Sharing Xun Fa Xiang 22 September 2014 Episode 397

Sharing Xun Fa Xiang 22 September 2014 Episode 397

Making Offerings With Reverence

Jika kita mempunyai hati yang damai dan bahagia, kita akan melihat segala sesuatu sebagai sesuatu yang baik. Lalu kita akan menggunakan kondisi dan suasana yang baik itu untuk berbuat baik. Ketika kebahagiaan timbul di hati kita, kita akan langsung melakukannya. Ini yang dinamakan karma yang memberkati. Ketika kita mendengar kata yang buruk, jika kita dengan hati yang murni mengganti sudut pandang kita, kita akan masih bisa menyingkirkan noda batin kita dan memgembangkan kebijaksanaan kita. Dharma memberi kita sebuah pemahaman dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita mengerti dan menerimanya, maka hati kita akan selalu menciptakan karma yang baik. Tubuh dan batin kita menciptakan karma. Jika kita mengerti orang lain, walaupun orang lain melihat sesuatu yang salah sebagai benar atau benar sebagai salah, kita bisa mendatangkan keharmonisan bagi mereka. Dan bahkan bagi mereka yang tidak sepenuhnya mengerti, kita bisa punya kesempatan untuk menyelesaikan masalah itu. Semuanya tergantung dari batin kita. Jika kita menjaga batin kita, kita bisa harmonis dengan segala sesuatu dan segala yang kita berbuat akan mendatangkan berkah. Berkah ini diciptakan oleh tubuh dan pikiran kita. Tubuh adalah dengan dengan tindakan kita. Dengan tindakan kita yang mulia, begitu orang melihat tindakan kita, mereka bisa mengenal bahwa kita adalah praktisi spiritual yang tidak boleh dilukai dan kata-kata mereka yang seharusnya mereka dengar. Jadi, meskipun orang dengan maksud tertentu berbicara dengan kita, mereka bisa kembali ke batin mereka yang sesungguhnya. Jika tubuh dan batin kita selalu ada di jalan Dharma, kita bisa merubah batin dan pikiran orang lain, dari yang negatif ke positif. Kita harus melatih diri dengan rasa yang penuh hormat dan khidmat dan memberi persembahan dengan penuh keihklasan. Persembahan kita ga perlu harus melalui materi, tetapi juga bisa dari hati melalui tindakan.

Dengan tindakan nyata, orang-orang bisa menyerap dan merasakan kebahagiaan dari sesuatu yang tidak bisa terlihat yaitu Dharma. Contohnya adalah tindakan nyata Tzu Chi pada peristiwa Gempa Bumi 921, banyak orang yang berubah dan tertransformasi karena peristiwa itu. Banyak juga yang berubah karena projek konstruksi seperti sekolah dll. Semuanya bisa merasakan kebahagiaan Dharma melalui tindakan nyata. Seseorang yang telah tertransformasi akan membantu / membimbing orang yang sedang berusaha berubah dimana orang yang sedang berusaha berubah akan membantu / membimbing orang yang belum berubah. Begitulah siklus ini terus berjalan dan begini lah cara merubah dan menyelamatkan kaum awam yang tak terhitung jumlahnya.

Kita semua mempunyai sifat Kebuddhaan di hati kita, kita mempunyai Buddha yang begitu agung di hati kita, kita mempunyai suatu tempat pelatihan / kuil yang sangat agung di batin kita, mengapa kita harus membangun stupa, kuil dll di dunia nyata walaupun kita semua mempunyai itu di hati kita? Karena kita masih mempunyai kemelekatan. Kita berpikir bahwa hanya seseorang yang duduk di suatu kuil / temple yang bisa mengajar Dharma. Kita berpikir bahwa di suatu tempat tertentu lah kita harus memberi penghormatan kepada Buddha. Semua itu karena kita masi mempunyai kemelekatan. Jadi Buddha beradaptasi dengan keinginan kita dan tahu bahwa dengan ini banyak yang akan mengikutinya.

Ketika kita melantunkan sutra, kita juga harus melantunkan dengan penuh hormat dan sepenuh hati. Jika kita disana hanya membaca dan mendengar ketika orang lain melantunkan sutra, kita tidak akan bisa fokus dan Dharma tidak akan masuk ke dalam hati kita. Ketika kita ikut melantunkan sutra tersebut, tubuh, pikiran dan suara kita akan dalam satu kesatuan. Ketika kita semua melantunkan sutra dalam satu kesatuan dan dalam keharmonisan, kita juga memberi penghormatan kepada Buddha.

Memberi persembahan (offerings) haruslah dari hati kita yang paling dalam dan penuh rasa hormat dan khidmat. Jika tidak ada rasa hormat dalam hati kita semua akan percuma walaupun kita seberapa banyak kita menundukkan kepala untuk memberi hormat. Jadi rasa hormat membutuhkan suatu kesatuan dari tiga benda yaitu ketika tubuh kita memberi penghormatan, hati kita harus penuh hormat dan khidmat serta suara kita harus harmoni dan satu kesatuan dengan yang lain.

Sharing Xun Fa Xiang 19 September 2014 Episode 396

Sharing Xun Fa Xiang 19 September 2014 Episode 396

Transform Countless Beings with Compassion

Dalam kita melatih diri sehari-hari, yang terpenting adalah melatih batin kita. Batin kita adalah tmpt munculnya sgala sesuatu. Batin kita akan memutuskan apakah kita akan bahagia melakukan hal baik atau bahagia melakukan hal jahat. Meorientasikan diri kita ke hal baik adalah tugas dasar kita sebagai praktisi Buddhist. Memunculkan pikiran jahat akan memunculkan karma buruk, akumulasi karma buruk sangatlah menakutkan. Kita harus baik-baik menjaga pikiran kita. Jika kita membiarkan pikiran kita lari sebentar saja, kita akan mulai menciptakan karma dan mulai melakukan berbagai kesalahan.

Hati kita harus murni dan pikiran kita harus terbuka. Pikiran harus terbuka maka kita bisa memupuk cinta kasih didalamnya. Kita juga harus mempraktekkan cinta kasih. Dengan terus mempertahankan praktek kita akan welas asih, kita bisa mempraktekkan tekad cinta kasih kita.

Dengan adanya Dharma di hati kita, segala kondisi situasi dapat kita terima dan hadapi dengan bahagia. Kita tidak akan melekat dan kita akan bisa bersama siapa aja, bergaul bersama siapa aja tanpa terkecuali. Kita akan bisa menerima dan menghadapi segala situasi baik buruk ataupun baik. Segala hal yang terjadi dapat kita terima dengan bahagia. Kita akan dengan bahagia membantu orang, menolong orang.

Kita juga harus terus memelatih diri. Kita tidak boleh lalai, harus terus melatih 4 Pikiran Tanpa Batas kita.
4 Batin Tanpa Batas (4 Infinite Minds)
– Welas Asih Tanpa Batas
– Cinta Kasih Tanpa Batas
– Sukacita Tanpa Batas
– Ketenangan hati Tanpa Batas

Dimana pun kita berada kita terus melatih diri dan memupuk batin kita. Kita membuka welas asih kita untuk mempraktekkan cinta kasih dan membantu orang lain dengan bahagia. Setelah membantu orang lain, kita akan merasa sangat bahagia. Kebahagiaan ini berasal dari welas asih, cinta kasih, sukacita dan ketenangan hati.

Buddha datang ke dunia ini untuk membimbing manusia. Meskipun Dia menggunakan berbagai metode, Dia mengajari Jalan Bodhisattva. Apapun yang Dia ajarkan, Dia berharap kita bisa menerima Dharma di hati kita sehingga kita bisa kembali ke Dharma yang benar. Jadi kita harus jalan di Jalan Bodhisattva untuk merubah diri kita. Ketika kita menerima Dharma kita bahagia, dan dapat membimbing orang lain menerima Dharma sehingga mereka juga bisa merasakan kebahagiaan Dharma.

Pelatihan diri internal kita adalah untuk memperbaiki dan memperbagus karakter kita. Jika kita secara spiritual telah diperkaya, ini akan terlihat dri cara kita memperlakukan orang lain. Jika kita memperlakukan orang lain dengan penuh kerendahan hati dan rasa hormat, kita sangat bajik. Ketika kita berhadapan dengan orang lain, jika kita tampak sederhana dan bersikap hormat dan selalu mengekspresikan rasa syukur kita kepada orang lain, jika kita selalu bersyukur akan segala hal, kita mempraktekkan kerendahan hati. Kita juga harus saling menghormati, yang datang memiliki cinta kasih tanpa batas dan dengan memiliki kekayaan hati seperti ini. Jadi bersyukur, saling menghormati, dan cinta kasih (gan en zhun zhong ai), ini adalah pelatihan diri kedalam dan mempraktekkannya ke luar. (“Internal Cultivation, Eksternal Practice”).

Kita harus terus mencari untuk mengerti penderitaan manusia. Ketika kita menderita, kita akan berpikir mencari cara bagaimana menyingkirkan penderitaan itu. Penderitaan orang lain sama dengan penderitaan kita, harus dengan cepat dihilangkan. Kita harus sungguh-sungguh atas hal ini. Ini adalah cinta kasih Bodhisattva bagi kaum awam yang menghadapi segala jenis penderitaan. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditanggung untuk dilihat oleh Bodhisattva, jadi mereka selalu melihat penderitaan orang lain sebagai penderitaan sendiri.

Untuk menjadi Bodhisattva, kita harus bersungguh hati dalam segala hal tanpa ekspektasi dan penyesalan. Tanpa ekspestasi adalah wujud ketenangan hati, Tanpa penyesalan adalah wujud cinta kasih. Memiliki welas asih, cinta kasih, sukacita dan ketenangan hati adalah mindset dari Bodhisattva. Jika kita bisa terus berjalan di Jalan Bodhisattva dengan terus berlatih diri dengan giat, kita akan semakin dekat ke jalan menuju Kebuddhaan.

Sharing Xun Fa Xiang 18 September 2014 Eps 395

Sharing Xun Fa Xiang 18 September 2014 Eps 395

Creating Images that Inspire and Guide

Kita semua ada Sifat KeBuddhaan di dalam diri kita. Kita lahir dengannya dan bukan hanya di kehidupan ini saja, kehidupan demi kehidupan kita ada sifat ini. Ini adalah apa yang selalu Buddha katakan, semua orang ada sifat Buddha, kita harus menghormati diri sendiri. kita ada Buddha di dalam diri kita. Sifat manusia sebenarnya baik. pada awal kehidupan kita sederhana dan tidak berdosa seperti bayi. Tetapi lingkungan mempengaruhi kita, sifat yang tidak berdosa juga terpengaruh. Jadi orang2 mempunyai sifat2 tergantung lingkungan kita yang mempengaruhi kita. Jika kita hidup di lingkungan vegetarian, kemungkinan kita akan hidup vegetarian dan hidup sehat tanpa harus mengambil kehidupan makhkluk hidup lain.

Kita semua lahir di dunia tanpa tahu apa-apa, tanpa tahu mana yang benar dan yang salah. Tetapi kita terlahir dengan karma juga yang menyertai kita dari kehidupan sebelumnya, karma yang akan berbuah di kehidupan sekarang. Jika kita dulunya berbuat karma buruk, kita mungkin akan bertemu orang yang kurang baik. Kita lahir di keluarga kaya atau miskin, negara yuang damai atau negara yang rusak, semua juga karena akumulasi karma yang ada. Ini yang disebut Retribusi Kumulatif. Yang disebut Retribusi Langsung adalah seseorang meskipun lahir di keluarga yang miskin, dia mempunyai karma untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik.

Buddha ketika ada di dunia juga telah mencapai suatu jodoh karma untuk bisa membimbing manusia dan mengajarkan Dharma. Kita juga jika kita telah mempunyai karma itu, kita bisa mengenal dan menyebarkan Dharma. Sesorang bisa membangun stupa, temple juga karena dia telah menjumpai jodoh dan karma nya untuk bisa membangun stupa, temple untuk menyebarkan Dharma di dunia ini.

Link Video : http://vod.daai.tv/2014/lotus_sutra/2014C/lotus_sutra_20140918_395.wmv