Sharing Xun Fa Xiang 29 September 2014 Episode 402

Sharing Xun Fa Xiang 29 September Episode 402

Control The Mind with the Dharma

Ketika pikiran kita terpecah karena angin keinginan yang datang bisa dianalogikan dengan kabut yang datang karena hembusan angin yang membawa pasir ke udara. Untuk menghilangkan kabut akibat hembusan angin pasir itu, kita akan membiarkan embun menetes ke bumi agar kabut itu hilang ketika bersentuhan dengan embun. Pikiran kita terpecah sebenarnya karena kekurangan air Dharma. Jadi ketika kita menghadapi keadaan luar, keinginan kita timbul di pikiran. Ini adlaah awsal dari terciptanya karma kita. Kita perlu air Dharma agar abu keinginan di pikiran kita, abu keinginan kita tidak terbang kemana-mana ketika angin itu datang. Jadi kita harus selalu mengambil Dharma di hati kita. Tetapi untuk belajar Dharma, kita perlu jodoh karma yang baik.

Dalam mengambil Dharma di hati kita dan mempraktekkannya sehari-hari, kita harus mempertahankan batin yang tenang. Kita harus memiliki pikiran yang luas dan murni untuk dengan jelas mengerti ajaran Dharma.

Dengan melihat penderitaan, kita menyadari berkah kita. Ketika kita melakukan hal baik dan menciptakan jalan kita diantara penderitaan orang lain, melihat penderitaan kita akan secara alami membantu kita untuk sadar bahwa kita tidak ada apapun yang perlu dipermasalahkan. Satu demi satu, kita menghilangkan noda batin kita yang banyak. Lalu kita akan memasuki pikiran yang tenang.

Pikiran kita sering terpecah belah. Tetapi selama kita telah membangun tekad, kita telah menanam akar dari yang baik ini. Meskipun kita ada kemunduuran, ketika kita pergi ke vihara dan melihat gambar Buddha, tekad kita akan kuat lagi. Ketika kita mengucap Namo Buddhaya, kita berarti berlindung dalam Buddha. Jika kita tidak membangun tekad ini di masa sekarang, kapan kita akan melakukannya? Ketika berlindung dalam Buddha, kita penuh mendedikasikan tubuh dan hidup kita dan berlindung di ajaran Buddha.

Batin kita sering terpecah belah. Ini yang menjadikan kita sebagai orang yang biasa. Sejak zaman permulaan, kita telah mulai kehilangan sifat intrinsik Tathagata kita. Kita tidak tahu kapan batin sejati kita pelan pelan mulai hilang. Hal ini karena kebiasaan yang diterima dari lingkungan sekitar kita yang mempengaruhi kita. Karma yang terakumulasi dalam siklus kehidupan kita selama berpindah-pindah dalam 6 alam ini yang membuat kita tidak bisa melihat ajaran yang benar. Kadang kita bisa melihat secara singkat jalur yang benar, setelah itu pikiran kita terpecah lagi dan mengubur ajaran yang telah kita belajar dan kita tidak bisa melihat jalur itu lagi. Hal ini karena pikiran kita ribut dan terpecah. Kita tidak bisa fokus. Yang terpenting kita telah membuat tekad untuk belajar. Meskipun kadang pikiran terpecah, kita telah membuat tekad itu. Kita bisa belajar lagi dan belajar lagi. Yang penting kita ada jodoh itu untuk belajar dan ada tekad itu. Ketika kita terpecah, kita ada jodoh itu lagi untuk kembali ke jalan Buddha.

Advertisements

Posted on September 30, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: