Sharing Xun Fa Xiang 25 September 2014 Episode 400

Sharing Xun Fa Xiang 25 September 2014 Episode 400

Making Offerings with Reverence

Kita harus melakukan pelatihan diri sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Ini adalah bagian dari tanggung jawab dasar kita. Aapa yang kita lakukan di kehidupan sehari hari adalah bagian dari pelatihan diri kita. Apapun yang kita lakukan baik makan, minum, bangun, tidur adalah pelatihan diri. Apa yang harus kita ingat adalah tekad awal kita. Kita semua harus bertekad melakukan pelatihan diri. Meskipun banyak cara untuk hidup di dunia ini, kita harus mencari ajaran yang benar dan melatih diri. Maka kita harus senang dan bahagia dalam melakukan pelatihan diri, memiliki rasa bahagia dalam Buddha Dharma. Setiap saat kita harus mencarinya dengan rasa sukacita yang sama. Sebagai bagian dalam pelatihan diri, kita juga harus banyak memberi persembahan. Persembahan bisa berupa materi seperti stupa maupun bunga. Ini adalah persembahan yang bisa dilihat. Ada juga persembahan dalam bentuk rasa hormat yang lebih penting dari persembahan materi. Ada juga yang lebih penting lagi yaitu persembahan dalam bentuk tindakan nyata. Kita harus melakukan tindakan nyata sesuai ajaran dan berjalan di jalan Bodhisattva. Ada 3 jenis persembahan yaitu materi, penghormatan dan tindakan nyata dimana yang terakhir yang paling penting.

Untuk melakukan persembahan dalam bentuk tindakan nyata, kita harus memupuk dan melatih diri sendiri barulah bisa mengajar orang lain dengan memberi ke kaum awam dengan tanpa pamrih.

Kita terpengaruh akan kondisi keadaan kita di hidup ini, jadi batin pikiran kita menjadi terpecah belah. Tetapi kita masih memiliki niat untuk melakukan sejenis persembahan. Ketika orang masuk ke kuil atau vihara dan melihat patung Buddha, meskipun pikiran mereka terpecah-pecah, mereka tetap mau melakukan beberapa jenis gesture seperti meletakkan kedua telapak tangan bersamaan, melakukan gestur yang sederhana. Ini datang dari rasa hormat kita. Mungkin hanya lah sebuah anggukan kepala, namun jika itu datang dari rasa hormat dari hati, ini juga merupakan persembahan.

Persembahan harus datang dari hati dan penuh rasa hormat. Seperti misalnya seorang Non Buddhist datang dan mengatakan dia tidak bisa melakukan sembahyang seperti apa yang dilakukan Buddhist, ketika para Buddhist lagi melakukan kebaktian atau persembahan, dia secara tidak sadar menyatukan kedua tangannya seperti yang lainnya dan memberi penghormatan, itu juga merupakan suatu persembahan. Master ketika masih muda ketika hendak mengumpulkan kayu bakar dan bambu di hutan, beliau melewati suatu desa. Di desa tersebut ada 3 jenis gereja yaitu Presbyterian, Protestan dan Katolik. Ketika Master berjalan melewatinya, beliau berdiri di depan gereja-gerja tersebut dan menundukkan kepala untuk memberi penghormatan. Pendiri agama2 tersebut pastilah orang yang memiliki kebajikan sehingga beliau-beliau layak untuk mendapatkan penghormatan dari kita. Intinya persembahan itu haruslah datang dari hati dan dengan penuh rasa hormat.

Karena kita ingin mempelajari Jalan Buddha, kita harus dengan hormat memberikan rasa hormat kita dan memupuk kondisi karma yang baik. Karma dan jodoh ini harus dipupuk terus menerus. Dengan melakukan yang karma baik, kita akan mendapatkan jodoh yang baik. Karena kita pada mulanya bertekad untuk memperlihatkan rasa hormat kita kepada Buddha Dharma. Dengan tekad yang penuh hormat ini, kita bersujud dan melantunkan sutra2. Kita melantunkan sutra dengan keras. Setiap kata dari sutra yang kita lantunkan adalah bentuk persembahan kita. Pelantunan sutra segala persembahan adalah bentuk sebab kita untuk mencapai kebuddhaan dan ini adalah jodoh kita bisa ada di suatu lingkungan yang mendukung untuk memberi penghormatan kepada Buddha Dharma, melantunkan sutra, semuanya adalah jodoh baik kita.

Memberi penghormatan juga termasuk bagaimana kita memperlakukan orang tua kita. Bagaimana kita bertutur kata mereka secara sopan juga merupakan persembahan dengan penuh hormat. Dengan teman sepergaulan kita juga, kita harus bertutur kata dan bersikap yang benar dan penuh hormat, apalagi dengan sesama praktisi spiritual, harus sangat penuh hormat. Untuk orang yang lebih tua kita juga harus lebih berusaha.

Advertisements

Posted on September 26, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: