Sharing Xun Fa Xiang 22 September 2014 Episode 397

Sharing Xun Fa Xiang 22 September 2014 Episode 397

Making Offerings With Reverence

Jika kita mempunyai hati yang damai dan bahagia, kita akan melihat segala sesuatu sebagai sesuatu yang baik. Lalu kita akan menggunakan kondisi dan suasana yang baik itu untuk berbuat baik. Ketika kebahagiaan timbul di hati kita, kita akan langsung melakukannya. Ini yang dinamakan karma yang memberkati. Ketika kita mendengar kata yang buruk, jika kita dengan hati yang murni mengganti sudut pandang kita, kita akan masih bisa menyingkirkan noda batin kita dan memgembangkan kebijaksanaan kita. Dharma memberi kita sebuah pemahaman dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita mengerti dan menerimanya, maka hati kita akan selalu menciptakan karma yang baik. Tubuh dan batin kita menciptakan karma. Jika kita mengerti orang lain, walaupun orang lain melihat sesuatu yang salah sebagai benar atau benar sebagai salah, kita bisa mendatangkan keharmonisan bagi mereka. Dan bahkan bagi mereka yang tidak sepenuhnya mengerti, kita bisa punya kesempatan untuk menyelesaikan masalah itu. Semuanya tergantung dari batin kita. Jika kita menjaga batin kita, kita bisa harmonis dengan segala sesuatu dan segala yang kita berbuat akan mendatangkan berkah. Berkah ini diciptakan oleh tubuh dan pikiran kita. Tubuh adalah dengan dengan tindakan kita. Dengan tindakan kita yang mulia, begitu orang melihat tindakan kita, mereka bisa mengenal bahwa kita adalah praktisi spiritual yang tidak boleh dilukai dan kata-kata mereka yang seharusnya mereka dengar. Jadi, meskipun orang dengan maksud tertentu berbicara dengan kita, mereka bisa kembali ke batin mereka yang sesungguhnya. Jika tubuh dan batin kita selalu ada di jalan Dharma, kita bisa merubah batin dan pikiran orang lain, dari yang negatif ke positif. Kita harus melatih diri dengan rasa yang penuh hormat dan khidmat dan memberi persembahan dengan penuh keihklasan. Persembahan kita ga perlu harus melalui materi, tetapi juga bisa dari hati melalui tindakan.

Dengan tindakan nyata, orang-orang bisa menyerap dan merasakan kebahagiaan dari sesuatu yang tidak bisa terlihat yaitu Dharma. Contohnya adalah tindakan nyata Tzu Chi pada peristiwa Gempa Bumi 921, banyak orang yang berubah dan tertransformasi karena peristiwa itu. Banyak juga yang berubah karena projek konstruksi seperti sekolah dll. Semuanya bisa merasakan kebahagiaan Dharma melalui tindakan nyata. Seseorang yang telah tertransformasi akan membantu / membimbing orang yang sedang berusaha berubah dimana orang yang sedang berusaha berubah akan membantu / membimbing orang yang belum berubah. Begitulah siklus ini terus berjalan dan begini lah cara merubah dan menyelamatkan kaum awam yang tak terhitung jumlahnya.

Kita semua mempunyai sifat Kebuddhaan di hati kita, kita mempunyai Buddha yang begitu agung di hati kita, kita mempunyai suatu tempat pelatihan / kuil yang sangat agung di batin kita, mengapa kita harus membangun stupa, kuil dll di dunia nyata walaupun kita semua mempunyai itu di hati kita? Karena kita masih mempunyai kemelekatan. Kita berpikir bahwa hanya seseorang yang duduk di suatu kuil / temple yang bisa mengajar Dharma. Kita berpikir bahwa di suatu tempat tertentu lah kita harus memberi penghormatan kepada Buddha. Semua itu karena kita masi mempunyai kemelekatan. Jadi Buddha beradaptasi dengan keinginan kita dan tahu bahwa dengan ini banyak yang akan mengikutinya.

Ketika kita melantunkan sutra, kita juga harus melantunkan dengan penuh hormat dan sepenuh hati. Jika kita disana hanya membaca dan mendengar ketika orang lain melantunkan sutra, kita tidak akan bisa fokus dan Dharma tidak akan masuk ke dalam hati kita. Ketika kita ikut melantunkan sutra tersebut, tubuh, pikiran dan suara kita akan dalam satu kesatuan. Ketika kita semua melantunkan sutra dalam satu kesatuan dan dalam keharmonisan, kita juga memberi penghormatan kepada Buddha.

Memberi persembahan (offerings) haruslah dari hati kita yang paling dalam dan penuh rasa hormat dan khidmat. Jika tidak ada rasa hormat dalam hati kita semua akan percuma walaupun kita seberapa banyak kita menundukkan kepala untuk memberi hormat. Jadi rasa hormat membutuhkan suatu kesatuan dari tiga benda yaitu ketika tubuh kita memberi penghormatan, hati kita harus penuh hormat dan khidmat serta suara kita harus harmoni dan satu kesatuan dengan yang lain.

Advertisements

Posted on September 23, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: