Sharing Xun Fa Xiang 19 September 2014 Episode 396

Sharing Xun Fa Xiang 19 September 2014 Episode 396

Transform Countless Beings with Compassion

Dalam kita melatih diri sehari-hari, yang terpenting adalah melatih batin kita. Batin kita adalah tmpt munculnya sgala sesuatu. Batin kita akan memutuskan apakah kita akan bahagia melakukan hal baik atau bahagia melakukan hal jahat. Meorientasikan diri kita ke hal baik adalah tugas dasar kita sebagai praktisi Buddhist. Memunculkan pikiran jahat akan memunculkan karma buruk, akumulasi karma buruk sangatlah menakutkan. Kita harus baik-baik menjaga pikiran kita. Jika kita membiarkan pikiran kita lari sebentar saja, kita akan mulai menciptakan karma dan mulai melakukan berbagai kesalahan.

Hati kita harus murni dan pikiran kita harus terbuka. Pikiran harus terbuka maka kita bisa memupuk cinta kasih didalamnya. Kita juga harus mempraktekkan cinta kasih. Dengan terus mempertahankan praktek kita akan welas asih, kita bisa mempraktekkan tekad cinta kasih kita.

Dengan adanya Dharma di hati kita, segala kondisi situasi dapat kita terima dan hadapi dengan bahagia. Kita tidak akan melekat dan kita akan bisa bersama siapa aja, bergaul bersama siapa aja tanpa terkecuali. Kita akan bisa menerima dan menghadapi segala situasi baik buruk ataupun baik. Segala hal yang terjadi dapat kita terima dengan bahagia. Kita akan dengan bahagia membantu orang, menolong orang.

Kita juga harus terus memelatih diri. Kita tidak boleh lalai, harus terus melatih 4 Pikiran Tanpa Batas kita.
4 Batin Tanpa Batas (4 Infinite Minds)
– Welas Asih Tanpa Batas
– Cinta Kasih Tanpa Batas
– Sukacita Tanpa Batas
– Ketenangan hati Tanpa Batas

Dimana pun kita berada kita terus melatih diri dan memupuk batin kita. Kita membuka welas asih kita untuk mempraktekkan cinta kasih dan membantu orang lain dengan bahagia. Setelah membantu orang lain, kita akan merasa sangat bahagia. Kebahagiaan ini berasal dari welas asih, cinta kasih, sukacita dan ketenangan hati.

Buddha datang ke dunia ini untuk membimbing manusia. Meskipun Dia menggunakan berbagai metode, Dia mengajari Jalan Bodhisattva. Apapun yang Dia ajarkan, Dia berharap kita bisa menerima Dharma di hati kita sehingga kita bisa kembali ke Dharma yang benar. Jadi kita harus jalan di Jalan Bodhisattva untuk merubah diri kita. Ketika kita menerima Dharma kita bahagia, dan dapat membimbing orang lain menerima Dharma sehingga mereka juga bisa merasakan kebahagiaan Dharma.

Pelatihan diri internal kita adalah untuk memperbaiki dan memperbagus karakter kita. Jika kita secara spiritual telah diperkaya, ini akan terlihat dri cara kita memperlakukan orang lain. Jika kita memperlakukan orang lain dengan penuh kerendahan hati dan rasa hormat, kita sangat bajik. Ketika kita berhadapan dengan orang lain, jika kita tampak sederhana dan bersikap hormat dan selalu mengekspresikan rasa syukur kita kepada orang lain, jika kita selalu bersyukur akan segala hal, kita mempraktekkan kerendahan hati. Kita juga harus saling menghormati, yang datang memiliki cinta kasih tanpa batas dan dengan memiliki kekayaan hati seperti ini. Jadi bersyukur, saling menghormati, dan cinta kasih (gan en zhun zhong ai), ini adalah pelatihan diri kedalam dan mempraktekkannya ke luar. (“Internal Cultivation, Eksternal Practice”).

Kita harus terus mencari untuk mengerti penderitaan manusia. Ketika kita menderita, kita akan berpikir mencari cara bagaimana menyingkirkan penderitaan itu. Penderitaan orang lain sama dengan penderitaan kita, harus dengan cepat dihilangkan. Kita harus sungguh-sungguh atas hal ini. Ini adalah cinta kasih Bodhisattva bagi kaum awam yang menghadapi segala jenis penderitaan. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditanggung untuk dilihat oleh Bodhisattva, jadi mereka selalu melihat penderitaan orang lain sebagai penderitaan sendiri.

Untuk menjadi Bodhisattva, kita harus bersungguh hati dalam segala hal tanpa ekspektasi dan penyesalan. Tanpa ekspestasi adalah wujud ketenangan hati, Tanpa penyesalan adalah wujud cinta kasih. Memiliki welas asih, cinta kasih, sukacita dan ketenangan hati adalah mindset dari Bodhisattva. Jika kita bisa terus berjalan di Jalan Bodhisattva dengan terus berlatih diri dengan giat, kita akan semakin dekat ke jalan menuju Kebuddhaan.

Advertisements

Posted on September 20, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: