Sharing Xun Fa Xiang 15 Maret 2013 Eps 1

Sharing Xun Fa Xiang 13 Maret 2013 Eps 1

Lotus Sutra Preface

Untuk kehidupan2 kita yang tidak diketahui jumlahnya, pikiran kita ada di kondisi ketidakpedulian. Kita telah menciptakan sangat banyak karma dan ketidakpedulian telah menyelimuti pikiran / batin kita. Jadi akumulasi dari noda dan ketidakpedulian ini harus dihapus, lapis per lapis. Lambat laun, seiring kita menghapus  noda ini, batin kita akan muncul perlahan2. Batin haruslah jernih. Kita semua harus mempunyai batin yang penuh rasa hormat dan khidmat. Seperti kita perhatikan bagaimana batin petani. Pertama dia harus menghormati alam dan mengerti timing dan musim. Ini adalah kebijaksanaan dari petani. Dia bisa mengambil keuntungan dari waktu dan musim dengan mengetahui benih apa yang harus ditanam dan bagaimana memupuknya. Dia sangat sepenuh hati. Petani dengan saddar menghormati alam dan mengerti musim untuk memupuk tahah ini. Jadi kita para praktisi spiritual seperti petani, kita harus melatih diri dengan rasa hormat dan cinta kasih yang sama.

Kita harus penuh rasa hormat. Jalan jing si adalah untuk dengan rajin melatih ajaran Sutra Makna Tanpa Batas. Tubuh dan batin kita harus tenang dan jernih. Dengan tekad teguh tak tergoyahkan, dalam milyaran kalpa. Kita semua, sebagai Relawan Tzu Chi harus pertama2 punya pemikiran seperti ini. Kita harus punya ikrar dan aspirasinya untuk menyebarkan Jalan Mulia, demi ajaran Buddha, demi semua makhluk. Ajaran yang ditinggalkan Buddha di dunia inilah yang harus kita sebarkan. Kita tidak hanya cuma dengar dan berbicara tentang ajaran itu saja, tetapi juga mempraktekkannya. Sutra Makna Tanpa Batas berasal dari esensi Sutra Lotus.

Ketika kita membaca Sutra Lotus setiap pagi, kita harus mempunyai batin yang penuh rasa hormat dan khidmat. Dengan begitu kita bisa melihat wajah Buddha di hati kita. Ketika kita membaca Sutra Lotus, kita sebenarnya sedang berlindung, berlindung kepada Buddha dan Bodhisatva

Sutra Lotus terbagi atas 2 bagian, intrinsik dan manifest. Yang intrinsik adalah sifat Buddha yang kita semua punya. Yang manifest adalah jejak yang kita tinggalkan di dunia, peran apa yang kita ambil. Peran yang Buddha lakukan adalah lahir di India. Di tanah tsb, Beliau dilahirkan di istana dan untuk menyelamatkan kaum manusia di seluruh dunia, untuk membuka hati semua orang, pertama Beliau mengatur batinnya sendiri lalu Beliau mengajarkan bagaimana membersihkan dan mengatur batin kita. Ini adalah manifestasi, jejak yang Beliau tinggalkan di dunia. Ini adalah manifestasi Buddha. Seangkan intrinsik Buddha adalah Dharma yang selalu sama dan terus ada selamanya. JAdi 2 bagian, intrinsik dan manifest yang berarti Buddha menggunakan sifat intrinsik Beliau yang paling murni untuk datang ke dunia. Beliau mengungkapkan penampilan dan keberadaan ini untuk mengajarkan kita bahwa kejayaan dan kekayaan pun adalah eperti awan yang berhembus begitu cepat. Beliau tidak mengukir patung/ kekayaan, Beliau rela untuk berkorban bagi kaum awam biar Beliau bisa mengungkapkan Dharma. hal ini bisa menyelamatkan manusia

Dharma menggunakan analogi untuk menjelaskannya kepada manusia karena manusia tidak bisa mengerti Dharma secara langsung. Dharma tidak pernah berubah tetapi berbagai analogi dikemukakan untuk menjelaskan Dharma itu kepada manusia.

Advertisements

Posted on September 14, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: