Sharing Xun Fa Xiang 09 September 2014

Sharing Xun Fa Xiang 09 September 2014

A Pure Heart Brings Dignity

 

Kita harus mempunyai hati yang penuh menghormati segala sesuatu. Meskipun orang lain tidak tahu isi hati kita, bisa terlihat apakah kita melakukan sesuatu dengan ikhlas / gak. Kita harus menggunakan setiap waktu untuk melatih sisi spiritual kita. Waktu yang paling berharga bagi yang melatih sisi spiritual sebenarnya adalah pagi hari ketika pikiran kita masih tenang, belum ada segala sesuatu yang menghampiri kita. Namun banyak orang yang merasa terlalu pagi untuk bangun apalagi di hari dingin ketika sangat nyaman di balik selimut. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa hormat. Bagi yang nyaman di bawah selimut, hal ini menunjukkan kemunduran / regresi bagi dirinya.

Dalam keseharian kita bersama orang lain, kita juga harus mempunyai rasa hormat. Dengan rasa hormat, bagaimana kita berlaku kepada orang lain? Jika kita tetap gigih dan tidak memalsukan, kita akan mendapat kepercayaan / keyakinan (faith) dari orang lain. Kepercayaan / keyakinan (faith), kegigihan, keikhlasan, integritas harus menjadi bagian dari karakter kita dalam menghadapi orang lain. Dengan begitu kita bisa menjadi contoh bagi orang lain. Ini adalah contoh bagaimana kita berlaku kepada orang lain selain kepada Buddha dan Bodhisattvas

Kita harus memberi persembahan dengan penuh penghormatan. Dalam melakukan persembahan, kita juga harus mempertimbagnkan apakah kita memenuhi suatu kebutuhan. JIka iya barulah bisa dibilang persembahan yang benar. Jika kita dengan rasa yang percaya menerima ajaran dan mempraktekkannya, kita juga melakukan persembahan. Jika kita bersedia untuk memberikan kepunyaan kita untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna, itu juga cara untuk melakukan persembahan. Ini adalah cara kita mengekspresikan keikhlasan dan rasa hormat kita.

Pikiran kita seperti kaca. Dia bisa dengan jelas merefleksikan segala sesuatu di dunia. Tetapi, pemandangan paling bagus pun berubah seiring waktu dan jika kondisi berubah. Di sekeliling kita juga terus berubah tetapi kaca besari ini, kebenaran sejati kita melihan segala sesuatu dengan kejelasan yang mutlak. Jadi dengan lingkungan yang berubah di sekeliling kaca, kaca itu tidak akan berubah. Kita harus mengisi kaca ini dengan baik, harus membiarkan kaca ini tetap bersih

Buddha memilikan cermin yang dapat menilai kita. Ketika kita lalai, malas, Buddha bisa merasakan itu. Jika kita giat, penuh rasa hormat, Buddha juga bisa merasakan itu.

Menjadikan diri kita sebagai teladan juga merupakan cara untuk membantu kita suskes. Ketika melihat kita membhagaikan orang lain, ini adalah tanda rasa hormat kita.

Ketika kita berbicara pikiran yang murni, kita berbicara tentang tubuh dan pikiran kita. Kemurnian tubuh berasal dari kebebasan dari pelanggaran. Kita harus benar2 menjaga tubuh kita. Kita harus mengagungkan Buddha Dharma melalui tindakan kita lewat tubuh kita. Sedangkan pikiran kita harus terbebas dari penodaan dari penderitaan. Penderitaan adalah sumber dari pikiran kita yang ternoda.

Jika kita mengambil Dharma ke hati kita, hati kita akan terbebas dari noda dan tidak bisa terkontaminasi

Advertisements

Posted on September 10, 2014, in Default 1, Xun Fa Xiang and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: