Session 5 – Direct Manipulation and Virtual Environments

Selamat sore para penggiat IMK! Hari ini kita akan membahas sesi ke 5 IMK dengan topik “Direct Manipulation and Virtual Environments”. Di topik ini ada 5 sub-topik yang akan dibahas yaitu:  Introduction, Example of Direct Manipulation, 3D Interface, Teleoperation dan Virtual and Augmented Reality

———————————————————————————————–

Introduction

Para pengguna yang antusias biasanya akan mengalami suatu hal yang membuat mereka nyaman dengan sesuatu sistem/ aplikasi. Contohnya adalah:
– Penguasaan suatu Interface
– Kompetensi suatu sistem dalam memecahkan / melaksanakan tugas
– Gampang dipelajari dan fitur-fitur yang advance gampang dipakai
– Percaya bahwa sistem / aplikasi tersebut dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama
– Kenyamanan menggunakan interface tersebut
– Gampang menunjukkan interface tersebut kepada pemula
– Suatu hal yang membuat pengguna ingin lebih mencari tahu aspek-aspek yang lebih powerful.

——————————————————————————————————

Examples of Direct Manipulation System

Salah satu kelebihan dari direct manipulation bisa kita lihat dari perbandingan dibawah ini:

Command line vs Display editors and Word Processors
– Display editors lebih gampang dipelajari daripada command line
– Command Line editors namun lebih flexibel dan powerful walaupun rumit
– User mendapatkan apa yang mereka lihat dari word processors (semua command tinggal diklik, bisa diketik dan ada user interface yang siap membantu)

Contoh-contoh Direct Manipulation System:
– Video Games
Command dalam video games adalah action yang dimana hasil dari action tersebut langsung ditampilkan di screen. Tidak perlu menghafal syntax-syntax yang rumit.

– Computer-aided Design
Sistem CAD memungkinan user memanipulasi secara langsung objek-objek yang ada. Pemecahan masalah berdasarkan analogi dari dunia nyata

Beberapa kelemahan / masalah yang dapat ditimbulkan oleh Direct Manipulation System:
– Representasi Visual terkadang bisa ambigu
– Flowcharts dan skema database yang terlalu rumit bisa membingungkan pengguna
– Design yang ada bisa memaksa beberapa informasi keluar dari sistem
– Pengguna harus mempelajari representasi grafik yang ada
– Representasi visual yang ada terkadang bisa menyesatkan pengguna
– Memasukkan command via mengetik terkadang bisa lebih cepat.

Prinsip-prinsip dari Direct Manipulation:
1. Representasi yang berkelanjutan dari objek dan action-action yang ada dengan metafora visual yang bermakna
2. Action yang ada dilambangkan dengan simbol / icon dibandingkan dengan syntax yang rumit
3. Sebuah aksi yang cepat, menambah/incremental atau mereversi/undo harus tersedia.

——————————————————————————————

3D Interfaces

Teknologi interface 3D mempunyai kegunaan yang vital di beberapa bidang kehidupan seperti di bidang kedokteran, di bidang design produk, namun di bidang lain penggunaan 3D terkadang terasa terlalu ribet dan rumit sehingga pengguna terkadang lebih prefer interaksi yang sederhana

Suatu interface yang “lebih dari kenyataan”, menawarkan sesuatu yang bisa membantu kita mengurangi limitasi dari dunia nyata. Contohnya : menawarkan simultaneous views

Contoh dari 3D interfaces seperti penggunaan avatars di dunia multiplayer 3-D serta First Person Games.

Beberapa fitur yang membuat 3D efektif:

  • Gunakanlah teknik-teknik 3D secara hati-hati
  • Perkecil jumlah langkah navigasi yang diperlukan user untuk melakukan tugas yang mereka inginkan
  • Selalu buatlah Teks itu bisa dibaca
  • Cegah errors
  • Sederhanakan pergerakan users
  • Sederhanakan pula pergerakan object

Guideline dalam menyertakan fitur-fitur 3D yang advance:

  • Berikan user suatu gambaran umum sehingga mereka bisa melihat gambar secara keseluruhan
  • Izinkan Teleoperation
  • Tawarkan suatu vision X-Ray sehingga user bisa melihat kedalam atau tembus suatu object
  • Tawarkan suatu action yang kaya untuk object
  • Tawarkan kolaborasi secara remote
  • Mungkinkan user untuk menampilkan teks penjelasan serta kasilah user pilihan untuk memilih detail-detailnya
  • Support semantic zooming dan movement

———————————————————————————————————-

Teleoperation

  • Ada dua “parents” : Direct Manipulasi di komputer personal dan Process Control di Lingkungan complex ( Complex Environments)
  • Pengoperasian secara fisik (Physical operation) adalah remote
  • Beberapa faktor yang rumit dalam arsitektur sistem dengan remote environements adalah Time delay (Transmission Delay serta Operation delays), Incomplete Feedback, Feedback dari berbagai sumber serta interferensi yang tidak terduga.

———————————————————————————————————–

Virtual and Augmented Reality

Intinya adalah Virtual Reality (VR) adalah menciptakan suatu dunia baru selain dari dunia nyata sedangkan Augmented Reality (AR) adalah menambahkan sesuatu ke dunia yang sudah nyata. Contoh Virtual Reality adalah Flight Simulator sedangkan contoh dari Augmented Reality adalah Google Glass.

Augmented Realiy penting karena Augmented Reality membuat user untuk bisa melihat dunia nyata ditambah dengan beberapa interaksi tambahan dari Augmented Reality itu.

Implementasi yang sukses dari suatu Lingkungan Virtual disebabkan oleh integrasi yang mulus dari beberapa faktor dibawah ini:

  • Diplay Visual
  • Head-position sensing
  • Hand-position sensing
  • Force Feedback
  • Sound input and Output
  • Other Sensation
  • Cooperative and Competitive Virtual Reality.
Advertisements

Posted on November 2, 2013, in Interaksi Manusia dan Komputer and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: